Powered By Blogger

Jumat, 02 Oktober 2015

TUGA MANAJEMEN 2



1.      Globalisasi mendatangkan ancaman, namun juga mendatangkan peluang. Mengapa demikian ?
Jawab:
Dalam abad 21 ini semua Negara dihadapkan pada berbagai macam tantangan yang serius terutama berkaitan dengan masalah kompetisi yang berdimensi global. Proses globalisasi yang dipacu oleh kemajuan di bidang teknologi, transportasi dan perdagangan akan membawa umat manusia kepada benturan di berbagai bidang kehidupan terutama di bidang ekonomi.
Dewasa ini masalah ekonomi adalah masalah semua Negara. Setiap Negara berusaha memajukan ekonomi negaranya. Muncul kerjasama ekonomi antar Negara dalam suatu kawasan yang ditandai dengan pelaksanaan Ekonomi pasar bebas dalam suatu kawasan seperti CAFTA ( China,Asia Free Trade Area) . Dengan pelaksanaan pasar bebas dalam suatu kawasan , maka suatu kebijakan ekonomi yang dilahirkan tidak dapat lagi hanya didasarkan pada factor internal saja, tapi harus memperhitungkan factor-faktor eksternal. Kebijakan ekonomi yang dikeluarkan harus betul-betul memperhatikan corak perdagangan dunia yang sedang berlangsung.
Pelaksanaan CAFTA yang sedang berlangsung sungguh sangat menakutkan bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan oleh karena kerusakan infrastruktur di berbagai bidang kehidupan, iklim kerja yang belum baik di Indonesia dan SDM yang belum terampil. Sementara China dengan tenaga kerja yang produktif akan membuat penganguran di Indonesia akan bertambah karena dalam globalisasi pangsa pasar suatu produk tidak lagi ditentukan oleh batas geografik, tapi ditentukan oleh daya tarik produk tersebut terhadap konsumen.
Bicara tentang ekonomi China, sejak abad lalu Jhon Naisbitt telah meramalkan bahwa pada abad 21 ini China akan menjadi Negara terbesar di bidang ekonomi.Perubahan sistem ekonomi di China di abad lalu,  dari ekonomi Komunis menjadi ekonomi pasar bebas , sekarang memperlihatkan hasilnya. Perubahan ekonomi di China ini yang  disebut Naisbitt sebagai salah satu paradoksal dalam kondisi global telah berhasil meningkatkan kekuatan ekonomi negara ini.
Dalam pasar bebas modal begitu bebas berpindah. Modal tidak peduli nasionalisme. Paham pasar bebas dengan landasan geopolitik ekspansif  yang mengandung homo homini lupus pada waktunya akan  dapat menghancurkan kehidupan, karena Pasar bebas tidak memberi peluang kepada masyarakat miskin dan  pasar bebas juga tidak peduli pada keadilan social. Siapa yang kuat dan memiliki modal akan berkuasa.
Situasi ekonomi dalam pasar bebas menuntut peningkatan kemampuan ekonomi suatu Negara sehingga mampu menangkap isyarat-isyarat pasar . Sesungguhnya dalam system pasar bebas terhampar suatu peluang, yaitu pasar untuk berbagai produk semakin luas, tetapi persaingan semakin ketat. Oleh karena itu, Indonesia harus meningkatkan kualitas produknya agar dapat bertahan dalam system pasar bebas CAFTA.
GLOBALISASI PELUANG ATAU ANCAMAN?. JAWABANNYA TERGANTUNG KESADARAN BANGSA INDONESIA MELAKONI HIDUP DI ERA GLOBALISASI INI.
2.      Salah satu tantangan dalam melaksanakan perubahan adalah penolakan perubahan karena perubahan bersifat dinamis dan mengandung unsur ketidakpastian. Bagaimana cara mengatasi hal tersebut ?
Jawab:
Sebelum melaksanakan perubahan maka harus adanya perencanaan yang matang, setelah itu rencana tersebut di sosialisasikan baik kelebihan dan kekurangan perubahan tersebut. setelah itu di laksanakan maka perubahan baru di laksanakan sehingga masyarakat sudah mengetahui hal tersebut. Jadi cara mengatasinya yaitu dengan melakukan perencanaan yang matang.
            David (2001) mengusulkan tiga pendekatan yang dapat diterapkan:
§  Force change strategy. Bahwa perubahan harus terjadi (dipaksakan) dan orang yang dapat mengharuskan terjadinya perubahan adalah orang yang memiliki kekuasaan, yaitu pimpinan. Ketika pimpinan yang memiliki kekuasaan formal telah memutuskan adanya perubahan, maka anggota organisasi harus menerima perubahan tersebut. Pendekatan ini tidak selalu buruk, jika diterapkan pada kondisi yang tepat.
§  Educative change strategy. Yaitu mengedukasi, atau memberikan pengetahuan dan informasi tentang perlunya suatu perubahan. Melalui edukasi, anggota organisasi diharapkan akan memahami pentingnya perubahan sehingga merekapun akan menerima perubahan tersebut.
§  Rational/self-interest change strategy. Yaitu menunjukkan benefit yang akan diperoleh individu dari diterapkannya suatu perubahan, sehingga individu tersebut dengan sendirinya akan tertarik melakukan perubahan-perubahan.

Terlepas dari manapun strategi yang kita terapkan dalam mengatasi penolakan terhadap perubahan, hal-hal berikut ini yang sangat menentukan keberhasilannya:
§  Komunikasi dan edukasi. Komunikasi maupun edukasi harus dilakukan secara efektif, sehingga semangat dan ide dibalik perubahan yang akan diterapkan dapat ditangkap oleh seluruh anggota organisasi. Efektifitas komunikasi dapat menekan ketidakpahaman akan pentingnya perubahan yang berujung pada penolakan. Ciptakan jalur-jalur komunikasi yang tepat dan manfaatkan juga forum informal untuk mensosialisasikan suatu perubahan.
§  Keterlibatan dan partisipasi. Apresiasi dan penghargaan terhadap kapabilitas anggota organisasi harus terus mendapat tempat. Karena keterlibatan dan partisipasi anggota organisasi dalam mengadopsi maupun mengimplementasi perubahan akan memotivasi dan mendorong semangat mereka dalam menerima perubahan itu sendiri.
§  Dukungan dan fasilitasi. Ide perubahan tentu saja membutuhkan dukungan dan juga fasilitas yamg memadai dari organisasi. Terus mengakomodasi untuk munculnya ide-ide baru maupun penggodokan langkah-langkah yang diperlukan untuk pelaksanaannya, menjadi sangat urgen. Tanpa fasilitasi, perubahan hanya sebatas ide diatas kertas dan bahkan bisa menimbulkan kesinisan atau sikap apatis.
§  Kesepakatan dan negosiasi. Perubahan yang akan diterapkan organisasi mustinya bukan ide satu orang atau satu pihak saja, melainkan hasil kesepakatan dan negosiasi lintas orang, tim ataupun fungsi. Hal ini sangat penting untuk harmonisasi dan terhindar dari konflik yang justru akan bersifat kontraproduktif.
§  ‘Pemaksaan’ secara eksplisit dan implisit. Pemaksaan pada suatu level tertentu seringkali dibutuhkan. Tentu kita harus menerapkannya secara tepat dan proporsional, seperti aturan main yang tegas tentang bagaimana perubahan akan dilaksanakan, atau ketika terjadi kemandekan.  
§  Manipulasi dan kooptasi. Ini tentunya yang harus dihindari dalam arti yang sebenarnya. Di era yang menuntut kesoliditasan kerjasama tim ini, manipulasi dan kooptasi justru dapat mendorong munculnya kecurigaan atau bahkan kemarahan yang sangat kontraproduktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar