APA HUBUNGAN KONGKRIT
ANTARA TINGKAT INVESTASI DENGAN MOTIF PERMINTAAN AKAN UANG (MOTIF TRANSAKSI,
SPEKULASI, DAN BERJAGA-JAGA).
Jawaban!!
Investasi adalah suatu
istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan
ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan
suatu harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Terkadang, investasi
disebut juga sebagai penanaman modal
Tingkat investasi dapat
di artikan kenaikan penanaman modal. Tingkat investasi juga bisa di artikan
kenaikan pembelian suatu produk tetapi untuk di gunakan pada masa mendatang,
Investasi biasanya di
lakukan untuk tujuan menambah penghasilan seseorang. dalam hal ini, pelaku
investasi harus menyadari beberapa resiko jika pelaku investasi mengalami
kegagalan.
Adapun hubungan antara
tingkat Investasi dengan motif permintaan akan uang adalah sebagai berikut:
dalam hal ini ada 3 motif permintaan uang menurut keynes, yakni motif
transaksi, motif spekulasi dan motif berjaga-jaga.
1.
Tingkat
Investasi dengan Motif Transaksi Di era
teknologi dan globalisasi modern, uang merupakan alat yang di gunakan untuk
kegiatan transaksi, besarnya permintaan akan uang untuk transaksi maka akan di
pengaruhi oleh tingkat pendapatan , makin tinggi pendapatan maka makin tinggi
pula permintaan uang untuk transaksi.
( MDt = f (Y) ]
Y = Pendapatan
Kecenderungan
untuk berinvestasi dengan motif transaksi adalah ketika tingkat pendapatan yang
mempengaruhi tingkat permintaan akan uang tersebut berimbang, sehingga seorang
dapat menggunakan sebagian dari transaksi uang menjadi sebuah barang yang akan
dia gunakan untuk masa yang akan datang.misalnya, seorang telah memiliki
pendapatan berupa uang, apabila uang tersebut ia gunakan untuk transaksi
seperti pembelian saham atau tanah, maka secara otomatis ia telah memiliki
investasi untuk masa yang akan datang.
Namun dalam hal
ini, teori keynes hanya sampai pada titik keinginan seseorang untuk memegang
uang tunai dalam rangka melakukan transaksi yang berupa kas (Transaksi
permintaan).
2. Tingkat
Investasi dengan Motif Spekulasi spekulasi merupakan rencana b , atau bisa kita
simpulkan sebagai jalan kedua mendapatkan keuntungan.
Dalam
sistem ekonomi modern dimana lembaga keuangan seperti Bank telah mengalami
perkembangan yang signifikan dalam roda ekonomi yang total bertujuan untuk
menarik keinginan masyarakat untuk menggunakan uangnya sebagai kegiatan
spekulasi, yaitu seperti di simpan maupun membeli surat-surat berharga seperti
surat obligasi pemerintah, saham atau instrumen lainnya.
Faktor yang
mempengaruhi besarnya permintaan uang dengan motif ini adalah besarnya suku
bunga, dividen surat-surat berharga ataupun capital gain.
( MDs =
fi/(r) )
(r) =
tingkat suku bunga ,
(i) =
investasi
Hubungan
kongkrit antara Tingkat investasi dengan motif spekulasi sangat jelas sekali
terlihat ketika seorang mempunyai keinginan untuk memegang uang dan uang
tersebut telah siap untuk ia manfaatkan dalam setiap kesempatan investasi yang
telah di gairahkan oleh lembaga keuangan. Dalam hal ini pelaku investasi
menginginkan keuntungan tambahan dari pendapatan ber-Investasi yang mungkin
akan timbul.
Permintaan
spekulatif juga bisa di sebut sebagai permintaan untuk aset keuangan seperti sekuritas,
uang/mata uang asing, yang tidak di hasilkan oleh faktor perdagangan atau
pembiayaan (Transaksi Rill). Dan faktor Spekulatif dalam teori spekulasi adalah
salah satu faktor penentu permintaan akan uang.
3. Tingkat
Investasi dengan Motif Berjaga-jaga Motif berjaga-jaga merupakan motif yang
akan di gunakan untuk menghadapi ketidakpastian pendapatan di masa yang akan
datang. Berjaga-jaga juga berarti berhati-hati dan dalam perekonomian,
Berjaga-jaga merupakan bentuk untuk menghindari kebangkrutan/kemunduran/kefatalan
dan berbagai kegagalan. Jadi motif Berjaga-jaga yakni motif untuk menghindari
kegagalan dalam kegiatan ekonomi dengan menggunakan cara spekulatif seperti
menimbun atau menabung pendapatan/kekayaan si pelaku ekonomi tersebut.
Uang selain
sebagai alat berbagai transaksi dalam kegiatan ekonomi maka Uang juga di minta
oleh pelaku ekonomi untuk keperluan di masa mendatang yang sifatnya
Berjaga-jaga. Tingkat Permintaan akan uang yang tinggi untuk keperluan
berjaga-jaga sangatlah berhubungan dengan tingkat pendapatan yang tinggi pula.
( MDp =
f(Y) )
Motif
berjaga-jaga saya simpulkan sebagai motif Tabungan, artinya Pelaku ekonomi
menabung untuk menjaga kemungkinan kegagalan yang tidak terduga. Selain itu,
ketika seorang cenderung menabung maka permintaan agregat (permintaan akan
uang) bertambah , sehingga dapat digunakan untuk Modal atau Investasi
kedepannya oleh pelaku ekonomi tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar